Posted by: abdullah khusairi | Juli 4, 2008

TAMPARAN DUNIA WISATA

Bukittinggi Dibom

BUKITTINGGIMengejutkan! ini berita yang mengerikan. Pengembangan berita dari penangkapan jaringan teroris di Palembang, ternyata membongkar niat para teroris yang akan mengebom Kota Wisata Bukittinggi.

Ini mengenaskan bila terjadi. Salut buat Densus 88 yang bekerja keras mencium setiap gerakan terorisme di negeri ini.

Bukittinggi kota wisata. Kota bersejarah. Tempat lahir para tokoh. Setelah Kota Padang, tak lengkap kalau ke Sumatera Barat tidak ke singgah ke Bukittinggi.

Baca Lanjutannya…

Posted by: abdullah khusairi | Juli 2, 2008

POLITISI MUDA

>>>Tokoh Muda Ramaikan Pencalonan DPD

                                    Wendra Yunaldi Ambil Formulir

WENDRA-YUNALDI2PADANG—Kursi DPD RI tampaknya juga diminati oleh tokoh muda. Kemarin, mantan staf ahli DPR RI, Wendra Yunaldi SH MH, mengambil formulir di KPU Sumbar. Ketua KNPI Payakumbuh ini akan mendaftar Senin pekan depan dengan berkas lengkap.

Kemarin, sempat beredar akan mengambil formulir, dua tokoh partai, Azwir Daini Tara dan Patrialis Akbar. Namun keduanya menunda hingga hari ini.

Wendra Yunaldi orang yang mengambil formulir ke 45, di hari kelima pendaftaran, Rabu (2/6). Hingga jam kerja berakhir, telah 49 orang yang mendaftar, dua orang diantaranya perempuan.

Baca Lanjutannya…

Posted by: abdullah khusairi | Juni 30, 2008

EURO 2008

>>CATATAN SEPAK (POLITIK) BOLA

Abdullah khusairi1SATU GOL SAJA

Oleh
Abdullah Khusairi

Hanya satu kata: Lawan!
  [Widji Tukul]

EURO2008“Bung! Pegang apa? Saya Jerman,” Pesan Pendek (Sandek) dari seorang teman, Sholihin SAg, alumni Fakultas Dakwah IAIN Imam Bonjol Padang, yang kini tengah jadi mahasiswa lagi di pascasarjana di Kota Jambi. Dia seorang guru.

Sandek itu bukanlah yang pertama bagi saya, orang yang sangat percaya diri untuk menyatakan Jerman sebagai pemenang dalam final Euro 2008, Senin dini hari itu.

“Saya pegang Spanyol. Negeri yang pernah bersentuhan dengan Baghdad, masa keemasan pemerintahan sebuah Dinasti. Sudah begitu banyak prediksi dan dukungan buat Jerman. Saya harus pegang Spanyol,” begitu Sandek yang saya reply.

“Abang pegang apa?” kata isteri saya yang cantik malam itu.

Baca Lanjutannya…

Posted by: abdullah khusairi | Juni 30, 2008

ONDE IKONYO

Jalan Hidup

JEMBATAN-MARANSI-TEDIHukum positif memang harus ditegakkan jika ingin ia jadi panglima di negeri ini. Penegak hukum mesti tak pandang bulu, siapa pun dia, jika melanggar harus dihukum. “Walaupun dia seorang buya?”

Suatu sore yang cerah, Polan mendapat undangan ceramah agama dari sebuah masjid. Polan memang seorang penceramah agama yang baru digelutinya, selepas kuliah dan mengaji di lingkungan agamawan.

Nasib memang menggiringnya untuk hidup agamis sejak ia menghadapi pengalaman pahit. Ia sadar, jalan hidupnya selama ini keliru. Lalu, pilihannya, hasrat jiwa yang kering akhirnya ia penuhi dengan lautan pengalaman agama. Pengalaman yang tak pernah tersentuh sebelumnya, walau dengan harta dan hura-hura.

Baca Lanjutannya…

Posted by: abdullah khusairi | Juni 29, 2008

CEPLAS-CEPLOS

Soetrisno Bachir Pun
Jadi Reporter

Oleh Abdullah Khusairi

AbdullahkhusairiSoetrisno Bachir dari Wina mengejutkan saya menjelang laga semi final Rusia vs Spanyol. Seperti mendengar kaset pidato Soekarno. Berapi-api. Ada apa ini? Reportase amat profesional.

Saya sejak awal, jauh sebelum Euro 2008 dimulai, memang curiga. Apalagi sepanjang musim Euro 2008, salah satu dari iklan tokoh politik satu ini jelas-jelas menyebutkan, iklan dipersembahkan untuk Euro 2008 dari dirinya. Iklannya antraktif dan mengena. Kecurigaan itu terjawab sedikit, ketika iklan itu punya korelasi dengan reportase ini.

Saya tidak hendak mengulas apa yang dilaporkan, tetapi siapa yang melaporkan dan bagaimana ia melaporkan. Kenapa melaporkan? Layaknya reporter profesional? Inilah membuat tulisan ini lahir.

Baca Lanjutannya…

Posted by: abdullah khusairi | Juni 28, 2008

RESENSI

Jejak Kelam
Ribuan Perawan

COVER-DONTJudul : Don’t Ever Tell
Penulis : Kathy O’ Beirne
Penerbit: esensi
Cetak : Februari 2008
Tebal : 352 Hal
Resensor: Abdullah Khusairi

Ketika semua hal menjadi lembaga, terorganisir dan memiliki aturan, maka akan lahir sisi buruk yang dapat menghancurkan apa saja demi sebuah kekuasaan yang ada di dalamnya.
Satu lagi yang menciptakan sisi buruk tersebut, menutup aib dan menciptakan citra suci dari lembaga tersebut.
Tanpa menutup sisi baik yang terciptakan oleh sebuah organisasi yang terbentuk, mulai dari agama, ras, negara dan apa saja, buku ini mencoba mendobrak sisi buruk itu agar bisa berubah dan tidak menciptakan sejarah buruk bagi kehidupan.

Baca Lanjutannya…

Posted by: abdullah khusairi | Juni 27, 2008

EURO 2008

Kurang Gagah

EURO2008Final sudah di depan mata. Sudah jelas, Spanyol dan Jerman akan berlaga. Cuma, perjuangan Rusia memang masih tersisa luka. Apa hendak dikata, semua kenyataan telah membawa Spanyol bertemu dengan Jerman nantinya.

Kini Wan Yuro mulai meraba-raba. Kedua kesebe-lasan itu sepertinya tetap bermain di kepalanya. Hanya dua kesebelasan. Tidak empat lagi. Tetapi yang mana harus dijagokan. Dan yang mana pula pilihan Reni. Ia ingin bertanya kepada sang isteri,  namun sebelum pertanyaan itu dikatakan, Reni sudah menyerobot.

Baca Lanjutannya…

Posted by: abdullah khusairi | Juni 26, 2008

EURO 2008

Reni Mintak Manang

EURO2008Kini Wan Yuro tak lagi mengigau. Ia seperti mendapat keyakinan baru. Bahwa bola memang bundar. Kalah menang adalah permainan. Namun kalah tipis memang menyakitkan. Maka, permainan harus diteruskan. Yang kalah, selain perjuangan dan kekuatan memang belum memadai, juga karena faktor-faktor lain yang tidak mendukung. Lain dari itu, yang paling penting adalah, retak tangan. Bila usaha dan doa sudah maksimal, maka pasrah adalah jalan yang sangat bijak. Inilah pelajaran dari perempat final yang mengenaskan.
Turkey tersisih karena formasi yang tidak mendukung. Selain dari itu, yang membuat Wan Yuro senang, ia dari awal sudah yakin benar Jerman akan menang. Maka malam itu, hati Wan Yuro bisa tenang, walau ada gangguan tontonan akibat badai yang melanda, hingga siaran tidak tuntas. Yang jelas, suasana menonton sangat indah. Ada Reni yang setia menonton, juga ada kopi dan pisang goreng. Tak lupa rokok anak muda yang juga masih disukai oleh Wan Yuro. Maklum tak mau ketinggalan zaman.

Baca Lanjutannya…

Older Posts »

Kategori