
KAMERA BARU, BARU KAMERA
Dia sedang demam kamera baru. Sebenarnya ia bukanlah fotografer, ia se-orang jurnalis dengan posisi strategis, Koordinator Liputan Harian Pagi Posmetro Padang. Kebetulan, ia lewat setelah rapat di redaksi lalu melihat ada puluhan ikan menggelepar di Banda Bekali Padang. “Juga tadi ada warga yang telepon,” tegasnya.
Ia memanfaatkan kamera barunya yang mahal itu. Jepret sana-jepret sini. Lumayan, bisa jadi bahan berita. Sepertinya, ingin merasakan jadi wartawan foto.
Dia adalah Maryulis Max, biasa dipanggil Max. Dapat ditemui setiap waktu di http://maryulismax.wordpress.com. Di sana dapat dilihat bagaimana pemikir-an dan tulisan-tulisannya.
Soal foto jurnalistik, agaknya ia akan segera memberi pengalaman-pengalaman barunya. Yang jelas, dalam dunia fotografi, selalu akan bertemu, moment bagus dengan kamera bagus, moment buruk dengan kamera bagus. Nah kalau foto yang membuat nampang Si Max ini, moment biasa-biasa saja, dengan kamera biasa-biasa pula. Waktu sedang melewati jalan Banda Bakali Padang, langsung berhenti, ada moment menarik—walau biasa-biasa saja, langsung jepret! Klik. Maka hasilnya untuk kita nikmati di sini. Jadi, memang jarang-jarangnya seorang fotografer bisa difoto seperti ini, kalau tidak diakali dan ada pencurian moment. Pencurian? Ini pencurian yang syah agaknya. Tidak kriminal amat. Cukup untuk mengerjaikan teman yang sedang melaksanakan tugas jurnalistiknya, Senin (5/5/08).
Tugas Jurnalistik
Max sedang melaksanakan tugas jurnalistiknya. Melaporkan ada puluhan ikan sapu-sapu dengan ukuran sebesar lengan orang dewasa, mengapung dengan berani di tengah terik mentari. Kebetulan lumut-lumut sedang mengapung, ikan-ikan ini makan lumut dengan cara membalik badan. Seperti ikan yang sudah mati. Itulah yang dijepret si Max.
Max sebenarnya terkejut waktu difoto. “Ada apa?” katanya. Saya tak menjawab, kecuali terus mengambil moment aneh bagi pengunjung yang singgah melihat sekumpulan ikan sapu-sapu yang sedang beraksi. Ada penonton yang usil, menangkapnya. Padahal, tak layak jual dan tak layak makan, begitu informasinya.
Oh, ya, soal foto ikan-ikan itu, tanya saja sama si Max. Jangan tanyakan pada saya, sebab tentulah kalau diambil tak mungkin bisa menangkap moment dengan baik kamera saya ini. Kamera si Max yang berkompeten. Dan ini tugas dari wartawan foto. Ok Max!
Jangan lupa fokus, berdimensi, punya konteks! Selalu berdoa agar mendapat rahmat, rahmat terbaik bagi seorang fotografer, moment pertama yang selalu ada di depan mata bertepatan dengan tombol ditekan. Klik!
[narasi & foto: abdullah khusairi]




