Diskusi Cerpen Komunitas Daun
“Cerpen Ragdi Punya Taji“
PADANG–Komunitas Daun bekerjasama dengan komunitas Ruang-Sempit (UNP) mengadakan diskusi cerpen Ragdi F. Daye di kampus UNP Fakultas FBSS, Minggu (24/02). Dalam diskusi tersebut mengundang pembicara sebagai apresiator yakni penyair gaek Rusli Marzuki Saria dan sastrawan yang juga menjadi staf pengajar di UNP Muhammad Isa Gautama.
Tiga belas cerpen Ragdi F.Daye yang cerpennya biasa dimuat di Media Indonesia dan Koran Tempo ini dikumpulkan dalam sebuah buku lalu dibagikan kepada apresiator dan peserta diskusi. Rusli Marzuki Saria yang akrab dipanggil Papa, mengaku senang dengan imajinasi Ragdi.
“Saya senang dengan imajinasi Ragdi. Ceritanya itu cerita orang desa, seperti yang cerita tentang perempuan yang tinggal di bawah kaki bukit. Tergambar bahwa setting ceritanya di Solok,” ujar Papa.
Papa mengaku, dengan membaca cerpen Ragdi sama dengan membaca sajak-sajaknya. Diketahui, Ragdi F.Daye mengawali karir kepenulisannya dalam dunia puisi. Dalam karyanya, kata Papa, ada hal-hal yang tradisional, dijadikan kontemporer.
M Isa Gautama mengatakan bahwa cerpen-cerpen Ragdi sangat eksploratif atas realitas dunia yang kacau balau. “Bagi saya cerpen “Perempuan Bawang” sangat menarik, karena ada dimensi romantisnya di situ,” ungkapnya.
Ragdi sendiri, yang saat itu menyempatkan hadir mengakui, cerpen-cerpennya tersebut merupakan dokumentasi selama tujuh tahun perjalanan kepenulisannya. Ia sangat berharap karya-karyanya itu bisa dibukukan.
Acara tersebut dihadiri beberapa peserta diskusi yang juga bukan orang baru di dunia kesusastraan mutakhir Padang, seperti Zelfeni Wimra, Esha Tegar Putra, Abdullah Khusairi, Sondri BS, Romi Zarman, Ganda Cipta, Deddy Arsya, dan Yetti A.KA sebagai penyelenggara dari komunitas daun.
Menurut Yetti, diskusi cerpen ini adalah diskusi reguler yang diadakan Komunitas Daun sebulan sekali. “Rencananya bulan depan kami akan membahas cerpen Zelfeni Wimra,” ujar Yetti. (Iggoy)
Sumber: www.padangmedia.com. 24-02-2008, thank Iggoy…




